Momentu menarik tercipta di babak Knockout Stage M7 World Championship, yang menampilkan derbi Indonesia antara Alter Ego dan Onic. Pertandingan ini menjadi sorotan banyak penggemar Mobile Legends: Bang Bang berkat intensitas permainan yang sangat tinggi dan ketegangan yang dirasakan oleh para penonton.
Format best of 3 (BO3) menambah keseruan dalam pertemuan kedua tim dengan gaya permainan agresif tersebut. Sejak awal pertandingan, kedua tim menunjukkan performa yang membanggakan, terutama Alter Ego yang berhasil mengklaim kemenangan dengan cepat.
Pertandingan pertama menjadi gambaran jelas bagaimana Alter Ego bermain efektif. Tim ini berhasil menunjukkan dominasi dan strategi bermain yang hebat, melawan lawan tangguh yang mereka miliki, Onic.
Pergulatan Strategis dalam Game Pertama yang Menarik Perhatian
Game pertama dibuka dengan Onic berhasil mendapatkan momentum dengan first kill atas jungler Alter Ego, Yuzukee. Namun keunggulan tersebut tidak berlangsung lama karena Alter Ego mampu bangkit dan memberikan tekanan yang luar biasa.
Tim yang terdiri dari Nino, Yazukee, Hijumee, Alekk, dan Arfy menunjukkan kerjasama yang solid. Sementara Onic berusaha mencari peluang, Alter Ego semakin menekan dengan permainan agresif mereka.
Strategi yang tepat dan komunikasi yang baik antar pemain mendefinisikan permainan Alter Ego. Terutama, performa Nino dengan hero Sora menjadi sorotan, memberikan dampak besar dalam setiap pertarungan tim.
Dominasi Alter Ego di Mid Game dan Penutupan yang Memukau
Pada pertengahan permainan, Alter Ego semakin menguasai jalannya pertandingan. Dengan tekanan bertubi-tubi, mereka memaksa Onic untuk terus bertahan dan mencari celah yang sempit.
Game itu menyaksikan bagaimana Alter Ego tidak hanya mengandalkan keunggulan jumlah kill tetapi juga strategi dan eksekusi yang rapi. Team fight yang mereka lakukan menjadi salah satu kunci kemenangan, menggiring Onic ke posisi yang semakin sulit.
Dengan skill dan kerja sama yang solid, Alter Ego akhirnya meraih kemenangan dalam game pertama dengan skor 1-0. Keberhasilan ini memberi mereka kepercayaan diri yang besar untuk menghadapi game berikutnya.
Katie Taktik dan Adaptasi Menentukan Jalannya Pertandingan
Dalam game kedua, perubahan taktik terlihat sangat jelas dari kedua tim. Onic mencoba beradaptasi dengan memperbaiki kesalahan yang didapat dari game pertama, namun Alter Ego sudah memprediksi langkah tersebut lebih awal.
Adaptasi cepat menjadi senjata utama Alter Ego untuk tetap menjaga dominasi mereka. Menggunakan komposisi tim yang efektif, mereka mampu memanfaatkan kekuatan hero yang dimiliki.
Perlawanan Onic tetap ada, khususnya dari Kairi dan Sanz yang berusaha keras memberi tekanan, meski kurang berhasil. Dengan gameplay yang terkoordinasi, Alter Ego akhirnya berhasil mengamankan kemenangan kedua.
